Selasa, 03 April 2012

Suatu tindakan lain dalam keselamatan di perusahaan adalah dikeluarkannya pedoman dan petunjuk keselamatan yang bertalian dengan pengelolahan material, menjalankan mesin atau pekerjaan lainnya.
Peroman dan petunjuk dapat menggantikan alat-alat perlindungan, tetapi berguna sebagai penunjang penggunaan alat-alat pengaman tersebut atau sangat berguna manakala alat pengaman tidak dapat dipasang. Sebagai contoh, perlu pedoman atau petunjuk tentang cara penggunaan rantai atau tali pengangkat, penyimpanan dan pemeriksaannya atau tentang perawatan mesin atau peralatan lainnya.
Mempersiapkan suatu pedoman atau petunjuk tidak mudah; yang sulit adalah penerapannya. Cara terbaik agar pedoman atau petunjuk ditaati adalah pengikutsertaan para pelaku dalam perumusan pedoman atau petunjuk.
Hal ini dapat dilakukan melalui Panitia Keselamatan atau mengajak yang bersangkutan utuk berkonsultasi. Segera setelah petunjuk atau pedoman keselamatan dikeluarkan, harus ada tindakan-tindakan lanjutannya antara lain supervisi dan lain-lain.
Pedoman atau petunjuk tidak ada manfaatnya, jika tidak ditaati. Untuk itu, isinya harus tepat. Suatu pedoman yang tidak jelas misalnya sebagai berikut:” Dianjurkan dipakai sepatu pelindung: pemakaiannya diserahkan kepada pertimbangan tenaga kerja”. Seharunya pedoman berbunyi” Sepatu pelinung harus dipakai oleh semua tenaga kerja yang bekerja pada pengolahan benda-benda berat”.
Manakala kemampuan perusahaan tidak dapat menjangkaunya, mungkin perusahaan mengajurkan suatu pedoman atau petunjuk kepada tenaga kerja. Namun, harus ditaati dan disertai pengadaan segala sesuatu yang perlu.
Petunjuk atau pedoman tidak boleh sebagai alat pengusaha untuk melepaskan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam keselamatan. Misalnya kaca mata dinyatakan tidak perlu dipakai, padahal sebenarnya pekerjaan mensyaratkannya.

0 komentar:

Poskan Komentar